tips mengambil video dengan action cam

10 Tips Menggunakan Action Camera Agar Hasilkan Video Terbaik

Pemakaian kamera action sangat membantu untuk pengambilan objek gambar yang lebih fleksibel. Ruang-ruang yang sebelumnya dianggap susah untuk menjadi tempat perekaman video kini jadi lebih mudah dan sederhana hanya dengan memakai kamera action. Bisa dilakukan dari ketinggian tertentu, sambil berolah raga atau aktivitas liburan, bahkan di kedalaman air. Fitur-fitur yang disematkan dalam kamera action juga membuktikan mutu yang tak kalah jauh dari penggunaan kamera para profesional, dan pada level tertentu malah jauh lebih unggul.

tips action cam

Wujudnya yang kecil ternyata bisa dimanfaatkan untuk hasil-hasil luar biasa. Tapi yang lebih menarik lagi adalah beragam tips dan trik yang kamu bisa coba dengan jenis kamera ini. Supaya hasil pengambilan video jadi lebih bagus dan berkualitas, berikut ini adalah sepuluh tips menggunakannya.

1)    Pengaturan Standar

Sebagaimana penggunaan kamera pada umumnya, ada pengaturan standar yang sebaiknya dipahami. Tipe kamera action memang dirancang lebih praktis tapi tetap menguatkan dari segi fitur. Yang harus dipikirkan adalah pengaturan standar supaya tetap terjaga kualitas videonya.

Berdasarkan rujukan dari para profesional, untuk hasil video yang optimal disarankan mengaturnya minimal 60 fps. Kualitas video sangat ditentukan oleh pengaturan frame rate tersebut. Dan akan jauh lebih bagus jika diatur pada minimal 60 fps dengan resolusi 1080 p. Rata-rata kamera action sudah menunjang pengaturan tersebut sehingga kamu tak usah khawatir.

2)    Koneksi ke Smartphone

Memantau kualitas sangatlah penting selama proses perekaman dilakukan. Lagipula, cara mengamati sudut pandang kamera action secara langsung hanya dimungkinkan dari perangkat lain yaitu smartphone. Artinya, kamu bisa memantaunya secara live.

Jika cara pengambilan gambar masih memungkinkan untuk dipantau dengan smartphone, sambungkan saja supaya tetap bisa mengamati kualitasnya. Koneksi dari kamera action ke smartphone akan lebih lancar apabila menggunakan jaringan Wi-Fi. Kamu pun tak akan repot-repot beberapa kali mengulangi pengambilan gambar karena langsung bisa dicek melalui smartphone.

3)    Aplikasi Editing

Untuk hasil yang maksimal, disarankan menggunakan aplikasi editing. Sebagian orang mungkin menghindari pemakaian aplikasi editing demi menjaga sifat natura dari hasil perekaman video. Tetapi proses secara manual bisa menyita banyak waktu apalagi jika hasilnya ternyata sudah berjam-jam. Daripada menghabiskan energi dengan memilih, memotong, dan menyambungkan gambar-gambar yang dirasa cocok, cobalah menggunakan aplikasi editing.

Toh nantinya masih bisa kamu ubah lagi sesuai selera. Pemakaian aplikasi editing ini hanyalah sebagai sarana yang mempermudah proses pemilihan gambar, pengaturan cahaya, dan rincian lain yang kadang berbeda-beda jika sudah dijadikan satu file. Contoh aplikasi editing untuk kamera action yang kamu bisa pakai bernama Antix. Aplikasi ini umumnya digunakan oleh para pemakai Gopro.

4)    Durasi dan Ketajaman Video

Lazimnya pemakaian kamera action, durasi yang dihabiskan tidak terlalu panjang. Pasalnya, yang diutamakan adalah kualitas dari momen yang sedang direkam. Berbeda dengan sifat perekaman video jurnalistik untuk kebutuhan dokumenter yang cenderung panjang. Konsekuensi dari durasi yang tidak terlalu panjang ini adalah kualitas dan ketajaman gambar.

Sudah kamu ketahui dari pengaturan standar untuk kamera action yang kita singgung di atas. Boleh kamu eksplorasi lagi dengan tujuan peningkatan kualitas sehingga gambar nampak lebih jernih. Nah, berapakah durasi yang disarankan untuk perekaman dengan kamera action? Rata-rata tidak lebih dari 3 menit. Dan ingatlah bahwa kualitas dan ketajaman gambarnya perlu diperhatikan.

5)    Eksplorasi Angle

Keunggulan dari tipe kamera ini adalah pengambilan objek-objek perekaman video dari sudut-sudut yang kurang lazim. Mengingat bentuknya yang kecil dari tipe kamera rata-rata, sudah pasti akan menguntungkan bagi kamu. Jadinya adalah eksplorasi angle yang akan memancing rasa penasaranmu untuk terus membidik objek dari sudut-sudut yang tidak biasa digunakan.

Misalnya begini; kalau sebuah objek biasa diambil gambarnya dari ketinggian, cobalah untuk membidiknya dari bawah. Atau boleh pilih sudut pengambilan gambar yang lain asalkan objeknya tetap jelas. Bermain eksplorasi angle akan semakin mengasah nalurimu dalam membidik objek perekaman gambar, sekaligus memancing kreativitas yang lebih optimal di mana saja.

6)    Bird View

Pengambilan gambar dengan sudut bird view kerap diasosiasikan dengan pemakaian drone. Tapi kalau sudah berpikir ke arah situ, lagi-lagi kamu bakal terpentok pada masalah perangkat. Harga drone saja mahal dan tidak mungkin juga kalau terus-terusan minjam punya orang apalagi belum tentu ada yang memilikinya. Jangan khawatir. Selalu ada solusi untuk itu.

Kamu bisa mengakalinya memakai tongsis dan wide lens. Panjang tongsinya kira-kira 3 meteran. Setelah itu, coba menggunakannya untuk pengambilan gambar dengan sudut bird view. Dijamin tak akan kalah dengan hasil yang menggunakan drone. Justru di sinilah tantangannya supaya kamu jadi lebih kreatif memanfaatkan keterbatasan perangkat yang dimiliki demi menghasilkan kualitas gambar terbaik.

7)    Video dalam Air

Pengambilan gambar di kedalaman air selalu nampak keren dengan kamera action. Tapi butuh skill tertentu bagi yang ingin melakukan itu. Ya sudah pasti kamu harus bisa menyelam. Mau tak mau, kamu setidaknya punya kemampuan dasar menyelam. Karena ini pasti akan jadi pengalaman yang sangat asyik jika sedang berlibur di objek wisata keindahan alam dan tak melewatkan kesempatan merekam video di bawah permukaan air.

Apabila masih kurang percaya diri dengan kemampuan menyelammu, disarankan untuk didampingi instruktur. Nah, khusus untuk teknik memegang kamera, akan lebih fleksibel jika memasang kamera action di dekat snorkeling. Jadi, sudut pandangnya sama dengan apa yang sedang kamu lihat selama menyelam. Tapi kalau merasa lebih nyaman dengan memegangnya pakai monopod, silakan coba. Meski teknik itu harus dilakukan oleh orang yang sudah cukup mahir menyelam.

8)    Penempatan Kamera

Kamera action bisa dipegang dengan cara apa saja. Asalkan stabil, tidak shaking, apalagi menganggu kenyamanan selama beraktivitas. Cocok sekali bagi yang doyan berolahraga atau menjalankan petualangan di tempat-tempat wisata.

Misalnya jika kamu hobi berselancar, bisa menggunakannya dengan menempatkan di mulut kamu. Ada pengaturan dari kamera ini yang bisa kita gigit selagi beraktivitas sehingga kedua tangan tetap leluasa. Cara yang sama bisa kamu coba jika punya hobi skateboard atau sejumlah aktivitas olahraga lainnya.

9)    Daily Action

Sering menyaksikan Vlog? Ya, seperti itulah gambaran umum jika kamu hendak mengoptimalkan teknik pemakaian kamera action. Berarti kamu harus membiasakan diri pemakaian kamera action, bahkan untuk perekaman sejumlah aktivitas di keseharianmu. Tujuannya bukan sekadar pendokumentasian kegiatanmu, namun mengolahnya menjadi gambar-gambar berkelas yang bisa dinikmati oleh siapa saja.

10)  Referensi

Kamu coba saja dengan rutin menggunakan kamera action ini untuk sejumlah kegiatanmu dalam satu hari. Bagaimana kalau tidak ada kegiatan dan lebih sering di kamar? Cobalah keluar dan rekam apa saja yang menurutmu menarik. Lagipula, apa gunanya memiliki kamera action jika tidak menggunakannya secara maksimal? Pelajari juga dari berbagai referensi tentang cara penggunaan pengaturan kamera action, angle terbaik, serta teknik editing yang unik dan kreatif.

Published by

khedi

Love so much technology