website belajar film pendek

10 Langkah Mudah Membuat Film Pendek yang Menarik Perhatian Penonton

10 Langkah Membuat Film Pendek Menarik

Apa saja 10 langkah mudah membuat film pendek yang menarik perhatian penonton? Dengan perangkat kamera pocket, kamera smartphone, ataupun kamera profesional yang mendukung, kini setiap orang bisa membuat film. Masing-masing bisa berperan sebagai produser untuk membuat film seperti yang diinginkan. Seolah proses pembuatan video atau film pendek sangat mudah. Namun, apakah benar demikian?

Mungkin benar semua orang bisa membuat film pendek. Namun, tidak semua orang bisa membuat film pendek yang menarik dan berkualitas. Ringkasnya membuat film pendek adalah hal yang susah-susah gampang. Dikatakan susah karena ada banyak hal yang harus disiapkan dan diperhatikan selama proses produksi. Bahkan sebuah hal yang terlihat sepele tidak jarang bisa berdampak besar pada jalannya pengambilan gambar.

website belajar film pendek

Seperlu mengantisipasi munculnya hambatan yang mengganggu produksi film sebaiknya Anda mempersiapkan langkah-langkah pembuatan secara matang.

Apakah film Anda layak ditonton? Pertanyaan inilah yang harus pertama kali Anda jawab. Anda pun harus memiliki alasan mengapa orang-orang harus menonton film pendek yang Anda buat? Apakah Anda ingin membuat film pendek? Berikut diberikan 10 langkah mudah membuat film pendek yang menarik perhatian penonton:

  • 1. Mencari Ide dan Menentukan Sasaran

Ide yang diangkat dalam sebuah film pendek yang menarik idealnya harus unik dan original. Namun, menyadur karya orang lain juga termasuk ide bagus asal dikemas secara cemerlang dan tidak asal plagiat. Untuk mendapatkan ide ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Mulai dari melakukan pengamatan atau riset. Pergi berjalan-jalan ke sejumlah tempat bisa juga memunculkan ide menarik, meskipun tidak jarang ide bisa muncul saat Anda melamun di kamar mandi.

Setelah Anda mendapat ide yang akan dibuat menjadi film, tentukan sasaran dari film Anda. Sasaran adalah mereka yang Anda incar untuk menonton film pendek yang dibuat. Apakah Anda menyasar kalangan remaja sekolah, keluarga, atau lainnya? Sasaran harus ditentukan jelas di awal karena ini mempengaruhi pengembangan ide yang harus dilakukan.

  • 2. Menentukan Tujuan Pembuatan Film Pendek

Selain sasaran, tujuan pembuatan film pendek juga harus jelas. Apakah Anda ingin membuat film pendek yang menggugah rasa nasionalisme audience? Atau ingin menyampaikan pesan arti penting keluarga? Ketahui tujuan Anda membuat fil pendek. Sehingga langkah-langkah yang disusun berikutnya lebih terarah agar tujuan bisa tercapai. Tujuan ini pun mempengaruhi pokok materi yang akan dibangun.

  • 3. Riset Awal

Pada tahap ini Anda perlu mempelajari lebih dalam tentang ide utama yang ingin Anda buat film. Bila Anda mengangkat topik serius terlebih yang melibatkan tokoh masyarakat, sudah seharusnya riset awal dilakukan secara detail. Namun, bila sekedar membuat film pendek dengan cerita fiktif belaka sekiranya Anda bisa browsing di internet untuk mendapatkan pengebangan ide sesuai tujuan dan harapan Anda. Data-data yang terkumpul tersebut nantinya bisa dicatat sebagai bahan referensi.

  • 4. Riset Lapangan, Lokasi dan Cuaca

Riset awal yang sudah Anda lakukan perlu dikembangkan dengan melakukan riset lapangan yang lebih mendalam. Hal ini seperlu membandingkan data yang sudah Anda dapat ketika riset awal dengan kondisi asli di lapangan. Berkaitan dengan persiapan lokasi seringkali mengharuskan Anda dan tim untuk mengurus perizinan. Baik untuk pembuatan film pendek serius atau tidak. Perizinan lokasi menjadi salah satu hal penting dalam proses produksi. Adapun tantangan lainnya, bila Anda menggunakan lokasi outdoor maka Anda harus bersiap dengan cuaca. Cuaca cukup suit ditebak karena termasuk faktor alam. Inilah mengapa perencanaan waktu pengambilan gambar juga harus diperhatikan.

  • 5. Membuat Sinopsis

Sinopsis adalah ringkasan cerita tentang film pendek yang akan dibuat. Ringkasan ini menggambarkan garis besar cerita dalam film. Bisa dibilang seperti ide awal yang harus dikembangkan menjadi cerita lebih detail.

  • 8. Penggambaran Adegan

Langkah berikutnya yaitu penggambaran adegan-adegan yang akan Anda tampilkan dalam cerita. Penggambaran adegan ini tidak harus mendetail. Cukup garis besar adegan yang berlangsung.

  • 7. Penyusunan Naskah

Bila pada tahap sebelumnya Anda membuat penggambaran adegan tidak detail, maka naskah adalah bentuk mendetail dari cerita. Dalam naskah Anda perlu menuliskan bermacam penjelasan yang mendukung adegan. Mulai dari setting lingkungan, ekspresi, background musik, dan lainnya. Dalam penyusunan naskah ini, data dari riset lapangan yang Anda lakukan amat dibutuhkan. Lokasi yang digunakan baik indoor ataupun outdoor sebaiknya seperti apa yang tertuang dalam naskah. Untuk itulah, pembuatan naskah sebenarnya tidak bisa dilalukan asal-asalnya. Melainkan dibutuhkan riset lapangan secara langsung.

Dalam penulisan naskah biasanya juga harus disertai dengan dialog atau percakapan yang dilakukan oleh tokoh dalam cerita. Naskah tanpa percakapan memang ada yang terasa kurang. Kecuali Anda berniat membuat film bisu. Ada banyak tipe dialog yang digunakan. Dimana tipe dialog terbaik yaitu yang mampu menggambarkan suasana hati, situasi, dan keadaan yang dialami para tokoh dalam cerita. Sebuah dialog yang dibangun secara apik dapat membuat para penonton seolah ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam film.

  • 8. Menyiapkan Peralatan

Setelah kerangka film pendek rampung disusun secara rapi, maka Anda perlu menyiapkan kebutuhan teknis. Sebelum melakukan pengambilan gambar Anda wajib menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Dalam proses produksi film pendek dibutuhkan beberapa alat seperti kamera, lensa, microphone, perekam audio, properti, dan peralatan pendukung yang lain. Siapkan semua alat yang dibutuhkan dan lakukan hal-hal mendetail seperti mengisi baterai perangkat, memeriksa kondisi perangkat, hingga menyiapkan alat cadangan. Agar tidak ada peralatan yang tercecer ada baiknya bila Anda membuat daftar peralatan yang harus dibawa seperlu mengantisipasi bila ada hambatan ketika sesi shooting.

  • 9. Syuting dan Pengambilan Gambar

Dari sejumlah persiapan yang dilakukan, maka Anda akan tahu adegan apa saja yang harus diambil beserta lokasi pengambilan gambar. Bila pengambilan gambar Anda melibatkan orang lain, pastikan untuk meminta izin terlebih dulu. Seperti halnya Anda meminta izin lokasi untuk menggunakannya sebagai tempat shooting. Jangan sesekali mencoba membuat film pendek terlebih yang bersifat dokumentasi dengan merekam hasil wawancara bersama beberapa narasumber tanpa izin. Pasalnya hal tersebut tidaklah etis dan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

10.Menyiapkan Backup Plan

Meski perencanaan atau langkah-langkah pembuatan film pendek sudah disiapkan secara matang, masih ada kemungkinan muncul masalah. Hal-hal tidak terduga seperti cuaca buruk, kejadian di lokasi shooting, atau waktu yang tidak cukup untuk mengambil semua adegan. Dalam kondisi itulah dibutuhkan backup plan atau rencana cadangan. Bila Anda bekerja dalam tim, maka tim Anda dituntut mampu berpikir dan mengambil keputusan tepat secara cepat. Misalnya keputusan untuk mengubah adegan, lokasi, konsep, atau bahkan mengubah 10 langkah mudah membuat film pendek yang menarik perhatian penonton yang memungkinkan untuk kondisi yang tengah dialami.

Published by

khedi

Love so much technology